Sebuah toko kartu koleksi Pokémon dilaporkan menjadi korban perampokan bersenjata dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar. Aksi kejahatan tersebut terjadi pada jam operasional toko dan mengejutkan pemilik, karyawan, serta komunitas kolektor yang selama ini mengenal toko tersebut sebagai salah satu pusat perdagangan kartu Pokémon bernilai tinggi. Kasus ini langsung menarik perhatian publik karena besarnya nilai barang yang dicuri dan modus pelaku yang tergolong berani.
Menurut keterangan awal, perampok diduga membawa senjata api atau senjata tajam untuk mengintimidasi karyawan toko. Pelaku masuk dengan cepat, menguasai situasi, lalu mengincar kartu-kartu Pokémon langka yang memiliki nilai jual tinggi di pasar koleksi internasional. Kartu edisi terbatas, kartu graded dengan kondisi sempurna, hingga stok koleksi eksklusif menjadi target utama dalam aksi tersebut. Dalam hitungan menit, pelaku berhasil membawa kabur barang-barang berharga sebelum melarikan diri.
Pemilik toko mengungkapkan bahwa kerugian mencapai sekitar Rp 1,7 miliar jika dihitung berdasarkan nilai pasar saat ini. Selain kerugian materi, peristiwa ini juga menimbulkan trauma psikologis bagi karyawan yang berada di lokasi saat kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun beberapa karyawan sempat mengalami syok dan harus mendapatkan pendampingan.
Pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di dalam dan sekitar toko kini menjadi salah satu petunjuk utama untuk mengidentifikasi pelaku. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah, mengingat kartu Pokémon bernilai tinggi biasanya sulit dijual tanpa koneksi ke pasar kolektor tertentu.
Kasus ini menyoroti meningkatnya risiko kejahatan terhadap bisnis koleksi bernilai tinggi, termasuk kartu trading, komik langka, jam mewah, dan barang koleksi lainnya. Popularitas kartu Pokémon yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong lonjakan harga, sehingga menarik perhatian tidak hanya kolektor, tetapi juga pelaku kriminal. Beberapa kartu langka bahkan bisa bernilai ratusan juta rupiah per lembar, tergantung kondisi dan kelangkaannya.
Pengamat keamanan bisnis menilai kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pemilik toko koleksi untuk memperketat sistem keamanan. Penggunaan brankas berstandar tinggi, pengamanan berlapis, pembatasan akses ke koleksi bernilai besar, serta kerja sama dengan pihak keamanan dinilai perlu menjadi standar baru. Selain itu, asuransi khusus untuk barang koleksi juga dianggap penting guna meminimalkan dampak kerugian finansial.
Sementara itu, komunitas kolektor Pokémon menyampaikan solidaritas kepada pemilik toko dan berharap pelaku segera tertangkap. Banyak kolektor juga mengimbau agar kartu-kartu yang dicuri tidak diperjualbelikan secara sembarangan dan segera dilaporkan jika ditemukan di pasar sekunder. Aparat penegak hukum menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan masyarakat diminta membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku atau barang hasil curian.
Kasus perampokan ini menjadi pengingat bahwa di balik hobi dan industri koleksi yang berkembang pesat, terdapat tantangan keamanan serius yang harus diantisipasi secara matang.
